Halaman


.::Mari Menjadikan Di Setiap Hembusan Nafas Kita Hanya Untuk Menggapai Ridho ALLAH Subhanahu wa ta'ala, InsyaALLAH::.

Kamis, 31 Januari 2008

The Million Dzikr Man

Sumber : sufinews.com
The Million Dzikr Man
Manusia bermilyar Dzikr. Itulah yang sedang dijadikan satelit oleh Allah di abad millennium ini. Allah menyebut kata Dzikr dalam Al-Qur’an 288 kali lebih, dengan tekanan poada makna Mengingat Allah hamper 90%, selebihnya bermakna sebagai peringatan, mengingatkan peristiwa, atau untuk menyebut gender laki-laki (dzakara).

Bahkan seluruh ubudiyah seorang hamba baik syari’at maupun hakikat, berujung pada puncak Dzikrullah, dalam kefanaan hamba, lalu kembali ke alam nyata lagi dengan syariat Dzikr berupa ibadah sehari-hari kita, mulai dari ritual wirid, sholat, puasa, zakat, haji dan ibadah social lainnya. Dan Dzikrullah menjadi ruh seluruh proses ibadah hamba.
“Tegakkanlah sholat untuk berdzikir kedaKu,” firman Allah Ta’ala. Atau hadits Nabi saw. “Amal paling mulia adalah Dzikrullah.”
Begitu besar dan dahsyatnya urgensi Dzikrullah, sampai-sampai para hamba Allah tidak diberi dimensi ruang waktu dalam ubudiyah Dzikrullah ini. Satu-satunya ibadeah tanpa batas ruang waktu dan hitungan. Sedangkan ritual wirid (wiridan) dengan jumlah tertentu, waktu tertentu, apakah sehabis sholat dan waktu khusus, adalah dalam rangka memasuki Wilayah Tembus Batas Dzikrullah itu sendiri. Karena itu dilatih dengan jumlah angka, hitungan, yang memiliki interaksi dengan titik-titik gravitasi ruhani dan pusat-pusat gravitasi alam semesta, dunia maupun akhirat.

Lalu disinilah pentingnya Tarbiyah Ruhiyah (pendidikan ruhani) dalam ritual dzikir dari seorang Mursyid yang Kamil Mukammil, dimana dalam dimensi Dzikrullah seorang Mursyid telah diberi anugerah “wilayah” (kewalian) dalam Dzikrullah dalam keparipurnaan kehambaannya, hingga diberi Wewenang oleh Allah untuk membimbing agar ummat mencapai apa yang telah diraihnya.
Karena itu Ibnu Athaillah menegaskan dalam al-Hikam, bahwa ibadah-ibadah yang berhubvungan dengan hak waktu pada hamba, seperti sholat, puasa (dengan batasan waktu) bisa diqodlo bila kita ada halangan, tetapi hak kita terhadap waktu, jika berhalangan tidak bisa diqodlo, yaitu Dzikrullah. Ibadah yang mestinya lazim, universal dan terus menerus (da’iman abadan) sepanjang hidup kita.

Hari-hari indah bersama Allah, adalah hari-hari full Dzikrullah yang secara filosufis menyatu pada AsmaNya Yang Agung, Allah. “Waladzikrullahi Akbar” (Niscaya sesungguhnya dzikir Allah itulah yang lebih besar (dibanding yang lainnya). Karenanya waktu yang terbatas ditempuh oleh para hambaNya di dunia, haruslah menjadi waktu sepesial, waktu istemewa, waktu dahsyat, seluruh waktu hidupnya adalah keistemewan dan kedahsyatan bersama Allah.
Semesta ruang dan waktu ini haruslah semesta bercahaya. Cahayanya adalah kesaksian jiwa para hambaNya dalam melihat Asma’, Sifat dan Dzat dengan matahatinya dibalik semesta, lalu pancaran cahaya itu memantul dalam pandangannya ke alam semesta ini. Disinilah kita mengerti betapa kehadiran ummat ini adalah kehadiran membawa missi Risalah, yakni Risalah Rahmat Lil’alamin. Manusia Dzikrullah dan Ahlullah.

Apakah ada alas an lain lagi, bahkan satu asja alas an dari tumpukan alasan anda untuk tidak bersyukur kepada Allah? Apakah layak alasan-alasan hina yang berbau duniawi anda jadikan alas an untuk tidak mengingat Allah? Alasan-alasan problema dan himpitan masalah untuk dijadikan alibi menjauh dari Allah? Alasan-alasan ketololan dan pengingkaran, hanya karena kebodohan, lalu anda membiarkan diri anda terseret ke jurang dzulumat kegelapan yang berlapis?

Teruskan anda mengeluh, teruskan anda berputus asa, teruskan anda merasa tak punya arti dan masa depan, teruskan anda mengarungi lembah busuk kealpaan, kemaksiatan, pengingkaran, dan kemunafikan. Jika anda memang memilih wilayah gelap Iblisian dan Syaithoniyah demi memanjakan hawa nafsu dan ego anda. Toh semua itu adalah lapisan mega yang semakin temaram, semakin gelap gulita, menghalangi cahaya matahari ma’rifatullah. sufinews.com

The Million DzikrMan
Sudah saatnya anda menjadi manusia bermilyar dzikir, bahkan di hadapan anda ada bilyunan Dzikrullah yang menunggu detak jantung jiwa anda, hasrat rindu ruh anda, hamparan rahasia ma’rifat
Sirr anda.

Setiap detak jantung kita adalah ni’mat Allah, setiap nafas yang keluar masuk adalah takdir anugerah Allah, setiap kedip mata, dan sejuta rasa di lidah kita. Bahkan ni’mat-ni’mat itu tak akan pernah bisa dihitung oleh alat mana pun, atau kehebatan manusia mana pun. Kenapa semua itu berlalu tanpa Allah?

Coba anda hitung sendiri. Dalam semenit, jantung anda berdetak 80 hingga 88 kali. Dalam satu jam jantung anda berdetak 4800 x hingga 5280 x, dalam sehari jatung anda berdetak 115.200 x hingga 126.720 x maka dalam hitungan setiap tahun, setahun jantung anda berdetak 42.048.000 x hingga 46.252.800 x dan jika dikalikan seumur hidup anda, 80 tahun menurut ukuran Alfu Syahrin dalam surat Alqadr, maka terhitung detak jantung anda mencapai 3.363.840.000 x hingga 3.700.224.000 x. (tiga milyar tujuh ratus juta dua ratus dua puluh empat ribu kali). Bayangkan! Hitungan detak jantung yang bermilyar itu, mestinya dijadikan hitungan minimal bagi hitungan Dzikrullah kita seumur hidup manusia.

Sementara tarikan nafas kita, dalam satu menit mencapai rata-rata 16 kali. Berarti 1 jam mencapai 960 x, dan satu hari mencapai 23.040 x, setahun, 365 hari, 8.409.600 x dan mencapai seumur hidup manusia jika sampai 80 tahun, berarti tarikan nafas (keluar masuk dihitung satu nafas) akan mencapai 672.768.000 x (enam ratus tujuh puluh dua juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu kali). Apakah keluar masuk nafas anda bersama Allah? Bagaimana rasanya jika nafas anda berhenti 5 menit saja?

Padahal Ahli Dzikirullah juga diberi kemampuan kontemplatif untuk melipatgandakan jumlah dzikrullah itu, dalam jumlah yang tiada hingga, semisal dengan jumlah seluruh makhluk Allah di alam semesta, atau seluruh makhluk dalam genggaman dan pandangan Allah Ta’ala. Subhanallah.

Dan jumlah yang tak terhingga kini dilimpahkan oleh Allah dalam wadah yang tiada hingga pula, Qalbu Manusia. Satu-satunya “wilayah” yang mampu “dihuni Allah” dalam keuniversalan Dzikrullah sang hamba.

Dalam satu detik, anda bisa memasuki seluruh jumlah makhluk Allah dalam hitungan dzikir anda.
Dahsyat bukan?
“Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak berilmu”, demikian firman Allah Ta’ala.
Kaum Sufi adalah The Million DzikrMan. Bahkan The Billion DzikrMan. Malah mereka bisa jadi The All Univers DzikrMan.
Lalu kita ini Sufi macam apa? Wallahu A’lam, mungkin kita hanya orang dan hamba yang sedang menggelayutkan tangan dan hati kita pada sarung para Sufi itu.

Mungkin kita tak lebih dari sekumpulan nama yang hanya menunggu doa dan permohonan ampunan Allah dari mereka itu. Mungkin kita tak lebih dari sekumpulan debu yang disapu angin, dan ditakdirkan menempel pada jubah jiwa para Sufi itu.

Apa yang bisa kita sombongkan? Apa yang bisa kita pamerkan? Apa yang bisa kita banggakan? Apa yang bisa kita kagumi pada diri kita? Apa yang bisa kita jadikan andalan bagi diri kita? Apa yang bisa kita ajukan di depan Allah kelak? Apa yang bisa kita aku?

Anehnya di zaman ini begitu banyak orang yang kontra dengan para Sufi, para ahli dzikrullah, manusia The All Univers DzikrMan. Bahkan sampai dijadikan akidah, disusun ideology agama, dibangun institusi atas nama Islam, yang ujungnya menentang kaum Sufi, menentang The Millions DzikrMan. Maka, dalam sebuah hadits Qudi, Allah menegaskan, “Siapa yang menentang wali-waliKu, Aku izinkan untuk memeranginya.”

Anehnya juga, begitu banyak, bahkan berduyun-duyun, orang yang mengangkat bendera Sufi, menyatakan dirinya sebagai seoreang Sufi, dan mencoba menikmati lambing-lambang Sufistik, praktek Sufistik, hanya demi memanjakan hawa nafsunya.

Menyelubungi Seluruh Maqomat
Lembah Dzikrullah adalah lembah dimana para Kekasih Allah bertebar. Seluruh maqomat sufi, tahapo dunia Sufi, bahkan seluruh kondisi ruhani para Sufi, senantiasa diselubungi oleh Dzikrullah, saling berkelindan, saling menyulam, saling membuahkan cabang-cabang dari pohon Ma’rifatullah yang ditanam dibumi Rasa Yaqin, dimana biji-biji Iman tumbuh.

Taubat, Mujahadah, Zuhud, Khalwat, ‘Uzlah, Tawakkal, Ikhlas, Ridlo, Syukur, Futuwwah, Cinta, Ma’rifat, dan seluruh maqom-maqom (stadium-stadium ruhani) senantiasa diliputi oleh kualitas-kualitas Dzikrullah yang menanjak pula.

Jika tanjakan ruhani tanpa ruh Dzikrullah, hanyalah perjalanan sia-sia menuju Allah, karena ia akan gagal. Sedahsyat apa pun kontemplasi filusufi pengetahuan manusia tentang Allah tanpa amaliyah Dzikrullah, tak lebih dari gedung menjulang namun sedetik lagi roboh, karena tidak ada fondasi dan penghuninya.

Oleh sebab itu, keikhlasan, ketawakkalan, kesabaran, kecintaan, kerelaan, ketaubatan, juga harus terus mengiringi gelombang Dzikrullah dalam jiwa kita.

Masjid-Masjid Penuh Mukjizat

Sumber : dudung.net

KeAgungan dan Kebesaran Illahi kembali terlihat di di ujung Banda. Tsunami menggulung Aceh, namun di setiap musibah ada suatu keajaiban dan mukjizat Alloh SWT. Salah satunya bangunan-bangunan mesjid yang masih tetap berdiri meski sekitarnya porak-poranda.

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat]

Koleksi Photo Kebesaran Allah SWT

Sumber : dudung.net

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
[QS. Al- Fushshilat]

Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)

Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml�


LEBAH YANG MENULIS "ALLAHU"
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells - "Allahu")


Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya


Mawar Merah di Angkasa
"Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)

Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih.
Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas



POHON YANG SEDANG RUKU

This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'. Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.


Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.


THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read "God's Servant" on its belly and "Muhammad" near its head, and "His Messenger" on its tail


LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site"

Lapadz "Alloh" yang terbentuk di telingan seorang bayi

Awan yang membentuk Lapadz "Alloh", kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah

MEKKAH BERKILAU --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)


MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY
A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.




Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan

sumber asli bisa dilihat di sini

Tanda 100 Hari Mau Meninggal

Sumber : dudung.net


Innalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang - orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.

Tanda 100 hari mau meninggal...

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

"Tanda 40 hari sebelum hari mati"

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

"Tanda 7 hari"

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

"Tanda 3 hari"

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

"Tanda 1 hari"

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

"Tanda akhir"

Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Sesengguhnya mengingati mati itu adalah bijak

Kamis, 24 Januari 2008

Syariat Islam Mengenai "Ilmu Tenaga Dalam"

Sumber

MediaMuslim.Info - Tenaga dalam merupakan salah satu bentuk 'khawariqul 'adah' (kemampuan luar biasa), adakalanya kemampuan ini berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang dianugrahkan kepada wali-wali-Nya. Dan ada kalanya berasal dari syaiton yang kemudian sering dianggap sebagai anugrah ilahi, sebagaimana yang diperlihatkan oleh wali-wali syaiton tersebut.

Menurut para ulama, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh, antara kedua 'khawariqul 'adah' (kemampuan luar biasa) dapat dibedakan dengan dua tinjauan.

Yang Pertama adalah melalui keadaan orang yang mendapatkannya. Apabila orang yang mendapatkannya adalah orang yang bertakwa, dari kalangan ahli tauhid, memiliki Ilmu dalam Syariat Islam yang shohih, ikhlas dalam beribadah, tidak mengamalkan amalan-amalan bid'ah yaitu amalan ibadah yang tidak mencontoh tuntunan Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bukan termasuk pelaku maksiat, maka apabila ia mendapatkan 'khawariqul 'adah' berarti itu merupakan anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya apabila yang mendapatkannya bukan dari kalangan ahli tauhid, seperti halnya orang-orang yang suka melakukan perbuatan syirik, misalnya memohon berkah melalui kuburan orang-orang yang dikeramatkan, mengadakan acara 'haul' (merayakan hari ulang tahun kematian) dan lainnya, maka yang diperolehnya adalah 'khawariqul 'adah' (kemampuan luar biasa) yang berasal dari Syaithan.

Begitu juga apabila yang memperoleh adalah yang suka melakukan perbuatan bid'ah, misalnya membaca dzikir-dzikir yang tidak disyari'atkan. Seperti dengan membatasi jumlah-jumlah, bentuk-bentuk, suara-suara, atau cara-cara tertentu yang tidak ada contohnya dalam syari'at. Atau orang yang suka berbuat maksiat. Misalnya tidak menjaga batas-batas pergaulan antara pria dan wanita, tidak memelihara jenggot, meminum yang memabukkan, memakan harta riba, merokok, tidak menutup aurat dan lain-lain. Apabila demikian keadaan orangnya, maka 'khawariqul 'adah yang diperoleh adalah berasal dari Syaithan.

Yang Kedua adalah melalui sebab diperolehnya 'khawariqul 'adah'. Khawariqul 'adah yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala hanya bisa diperoleh dengan ketaatan, keimanan dan ketakwaan. Selain itu Islam tidak mengajarkan seorang muslim untuk beribadah untuk tujuan mendapatkan 'khawariqul 'adah' (kemampuan luar biasa).

Justru itulah yang membedakan antara yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan yang berasal dari Syaithan. Yaitu bahwa 'khawariqul 'adah' yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak bisa dipelajari apalagi dibakukan menjadi semacam 'ilmu kedigdayaan', sedangkan yang berasal dari Syaithan bisa dipelajari dan bisa dibakukan menjadi suatu ilmu. Sekalipun secara zhahir dilakukan dengan membaca ayat atau dzikir. Sebagaimana difirmankan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara suami dan istrinya" (QS: Al-Baqarah: 102)

Ayat ini menunjukkan, bahwa 'khawariqul 'adah' yang dapat dipelajari adalah sihir (berasal dari Syaithan), sedangkan yang berasal dari anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidaklah dapat dipelajari sebagaimana sihir.

(Sumber Rujukan: Fathul Bari X/223, Ibnu Hajar Al-Asqalani; Al-Furqan Baina Auliya'ir Rahman wa Auliya'isy Syaithan)

Fungsi Ilmu

www.mediamuslim.org

Fungsi Ilmu




Dikirim Oleh TIM Redaksi || Kamis, 03 Januari 2008 - Pukul: 14:29 WIB


1. Sarana paling utama menuju taqwa
Urgensi ilmu dalam kehidupan seorang mukmin yang bertaqwa adalah hal yang tidak dapat disangkal. karena ketaqwaan itu sendiri identik dengan kemampuan merealisasikan ilmu yang shahih (benar) yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful umah (pendahulu umat ini).

2. Amalan yang tidak terputus pahalanya.
Ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi setiap muslim, sebab ilmu akan memelihara pemiliknya dan merupakan beban bawaan yang tidak berat, bahkan akan semakin bertambah bila diberikan atau digunakan, serta merupakan amalan yang akan tetap mengalir pahalanya, meskipun pemiliknya telah wafat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya): Jika telah meninggal seorang manusia, maka terputuslah semua amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya. (HR Muslim)

3. Pondasi Utama Sebelum Berkata dan beramal.
Ilmu memiliki kedudukan yang agung dalam din ini, oleh karenanya ahlus sunnah wal jama‘ah menjadikan ilmu sebagai pondasi utama sebelum berkata-kata dan beramal sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhariy Rahimahullaahu Ta’aalaa dalam shahih-nya “Bab ilmu sebelum berkata dan beramal“ berdasarkan firman Allah ta‘ala:

فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم

Syaikh Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullaahu ta‘ala mengatakan: “Dengan ayat ini Imam Al Bukhariy berdalil bahwa kita harus memulai dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Ini merupakan dalil naqli yang jelas bahwa manusia berilmu terlebih dahulu sebelum beramal dan berkata. Sedangkan secara aqli hal yang membenarkan bahwa ilmu harus dimiliki sebelum beramal dan berkata karena perbuatan dan perkataan tidak akan dinilai disisi Allah subhanahu wa ta‘ala sebagai suatu ibadah jika tidak sesuai dengan syari‘at. Sedangkan seseorang tidaklah mengetahui apakah amalannya sesuai dengan syari‘at atau tidak melainkan dengan ilmu…” (Syarah Tsalatsatul Ushul).

4 Ilmu Merupakan Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani terhadap ilmu melebihi kebutuhan jasmani terhadap makan dan minuman, sebagaimana perkataan Imam Ahmad rahimahullah: ”Kebutuhan manusia akan ilmu melebihi kebutuhannya akan makanan dan minuman, sebab makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dia dibutuhkan sepanjang tarikan nafasnya.” Sebab rohani merupakan penggerak utama bagi jasmani, jika rohani telah kering dari ilmu maka pada hakekatnya dia telah mati sebelum mati dan manusia seperti ini ibarat mayat-mayat yang berjalan, atau hidup bagaikan binatang ternak yang tidak dapat mengambil pelajaran dan pengajaran. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai". (Q.S. Al A‘raf: 179)

Ulama’ rabbani merupakan manusia yang memiliki andil yang paling besar dalam memenuhi kebutuhan rohani mereka, oleh karenanya jika ulama telah meninggal dunia, maka hal itu merupakan musibah besar bagi kaum muslimin sebab akan hilanglah kesempatan bagi umat untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka yang akan mengakibatkan umat ini tenggelam dalam lautan syahwat dan syubhat. Hasan al Bashri rahimahullah berkata: "Kalaulah bukan karena Ulama, maka jadilah manusia seperti binatang.”

5 Salah satu bentuk metode tashfiyah dan tarbiyah bagi umat agar tidak menjadi alat permainan iblis dan bala tentarannya .
Syaikh Salim Al-Hilali hafidzhahullah berkata: “Ketahuilah bahwa tipu daya iblis paling awal adalah memalingkan manusia dari ilmu, sebab ilmu adalah cahaya, dan jika telah padam cahaya lentera mereka, dengan mudah iblis akan membenamkan mereka dalam kedzaliman (kegelapan) sekehendaknya.(lihat Manhajul Anbiya fii Tazkiyatun Nufus, hal.110)

(Diambil dari makalah Ust. Ridwan Hamidi, Lc pada SIIP Masjid Kampus UGM tahun 2002 dengan beberapa koreksi)

Rabu, 16 Januari 2008

4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua

Sumber : www.kawansejati.ee.itb.ac.id



4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua

Pemimpin yang dijanjikan dalam kilasan sejarah Islam

Kemenangan dan kejayaan umat Islam selalu dimulai dari lahirnya seorang pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan. Dalam sejarah agama Islam, Dalam sejarah Umat Islam beberapa kali Allah menjanjikan adanya kemenangan umat Islam di bawah seorang pemimpin, dan beberapa janji itu telah terwujud. Salah satu diantaranya adalah jatuhnya Konstantinopel kepada umat Islam. Rasulullah SAW bersabda :

hadis tentang mujaddid setiap awal kurun

Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang pemimpin yang baik lagi beragama, (tentaranya) tidak melampaui batas, tidak mencuri dan (rakyatnya) tidak menipu dan tidak bergaul bebas (Riwayat Abu Dawud)

Mengenai pemimpin di akhir zaman, Rasulullah SAW bersabda

:hadis imam mahdi

“Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. " (Riwayat Ahmad)

Daripada Al Hassan, bahwasanya Nabi menyebut akan bala yang menimpa keluarganya sehinggalah ALLAH mengutus Panji Panji Hitam dari Timur, barangsiapa yang menolongnya, ALLAH akan menolongnya dan barangsiapa yang menghinanya ALLAH akan menghinanya, hinggalah mereka itu mendatangi seorang lelaki yang namanya seperti namaku. Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka ALLAH pun membantu dan menolongnya

hadis panji panji hitam imam mahdi

Dari Abdullah Bin Mas’Ud dia berkata : Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW tiba tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah Baginda berubah. Aku pun bertanya,”Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “kami ahlul bait telah ALLAH pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah timur dengan membawa bersama sama mereka panji panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerimanya sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia dipenuhi oleh kedurjanaan. Barangsiapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun merangkak diatas salju. Sesungguhnya dia adalah AL MAHDI . (Sunan at-Tarmizi, Jilid 9; Sunan Abu Daud, Jilid 5).

Nabi SAW bersabda:

"Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya al-Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu cuma tinggal sehari sahaja. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan." (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal, Jilid 1)

Telah jelas di beberapa hadist di atas bahwa aktor kebangkitan Islam kedua tak lain adalah Imam Mahdi atau Muhammad bin Abdullah kedua. Dialah orang yang paling ditakuti musuh-musuh Islam di akhir zaman. Imam Mahdi adalah seorang laki-laki yang ciri-cirinya telah diberi tahu oleh Rasulullah SAW. Namanya seperti nam Rasulullah, nama ayahnya seperti nama Ayah Rasulullah dan dia adalah keturunan Rasulullah SAW. Jadi ciri-ciri ini adalah jelas, Namanya adalah Muhammad Bin Abdullah, bukan Muhammad bin fulan atau bin yang lain. Imam Mahdi akan mendapatkan pemerintahan dalam semalam. Tetapi sebelumnya ada seorang tokoh lagi yang mempersiapkan tapak bagi Imam Mahdi. Tokoh ini adalah tangan kanan Imam Mahdi yang nanti akan memberikan kekuasaan yang telah didapatkannya hanya dalam semalam kepada Imam Mahdi. Tokoh yang jarang disebutkan ini adalah Putera Bani Tamim atau Pemuda Bani Tamim atau Al Mansyur atau Sueb bin Shaleh atau Fata At Tamimi. Dia datang dari Timur dan dia lah pembawa panji-panji hitam. Tentang Putera Bani Tamim ini jarang dibahas karena hadist-hadist mengenai tokoh ini sudah banyak di hancurkan oleh musuh terutama saat penyerangan Mongol kepada Umat Islam.

Namun, siapa saja yang mendengar tentang Putera Bani Tamim, Rasulullah meminta kita untuk mendatanginya walapun merangkak diatas salju. Karena pada dialah panji-panji Al Mahdi ada, pada dialah kunci-kunci tapak kebangkitan Islam kedua sebelum diserahkan kepada Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim datang dari Timur. Banyak ulama-ulama muntabar yang menyatakan Timur yang dimaksud adalah Asia Tenggara. Pemuda Bani Tamim akan mendapatkan kekuasaan atau sebuah pemerintahan di Timur. Selanjutnya kekuasaan itu akan diserahkan kepada Imam Madi atau Muhammad bin Abdullah kedua.

Jika begitu, bagaimana sikap kita sebagai umat Islam di Timur yang berada di akhir zaman? Carilah Fata At Tamimi, karena hanya pada dialah kunci-kunci Al Mahdi berada.

Hadist-hadist tentang Imam Mahdi adalah mutawatir maknawi. Banyak yang menyebutkan, dan juga ada di kitab-kitab ulama-ulama muktabar. Beberapa diantaranya sebagai referensi disebutkan di bawah ini :

  1. Sahih al-Bukhari, Kitab Bad’ ul-Khalq wa Nuzul Isa, Jilid 4.
  2. Imam Muslim, Sahih Muslim, Jilid 1, Jilid 2, Bab Nuzul Isa, Bab 1
  3. Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, Jilid 2, Jilid 3 & Jilid 5.
  4. Imam at-Tarmizi, Sahih at-Tarmizi, Jilid 2, Jilid 9.
  5. Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Jilid 2.
  6. Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad, Jilid 1 & Jilid 3.
  7. Imam an-Nasaie, Sunan an-Nasaie.
  8. Imam Al-Hakim, Mustadrak as-Sahihain, Jilid 4.
  9. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, As-Sawa’iqul Muhriqah.
  10. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Qaulul Mukhtasar fi Alamatil Mahdiyul Muntazar.
  11. Imam Ibnu Tawus, Kitabul Malahim wal Fitan.
  12. Imam at-Tabrani, Al-Majma’.
  13. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
  14. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahzibus Sabit, Jilid 9.
  15. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
  16. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Nuzhatun Nazar.
  17. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisanul Mizan, Jilid 1.
  18. Ibnu Sabbagh al-Maliki, Al-Fusulul Muhimmah, Jilid 12.
  19. Imam Mahyuddin Ibnu Arabi al-Hatimi, Al-Futuhatul Makkiyah.
  20. Fathul Muhimmah (edisi kedua).
  21. Futuhatul Islamiyah, (edisi Makkah) Jilid 2.
  22. Imam As-Suyuti, Kitab Al-Hawi Lil Fatawa, Jilid 2.
  23. Imam As-Suyuti, Al-Urful Wardi.
  24. Imam As-Suyuti, Alamat Qiyamat.
  25. Imam As-Suyuti, Al-Jami’us Saghir.
  26. Imam As-Syakrani, Tanbihul Mughtarrin.
  27. Ibnu Asir, Kamilut Tawarikh, Jilid 1.
  28. Al-Yaaqubi, Tarikh, Jilid 3.
  29. Imam Syamsuddin Abu Abdillah al-Ansari Al-Qurtubi, At-Tazkirah Fi Ahwalul Mauta wa
  30. Ahwalul Akhirah.
  31. Imam Al-Baihaqi, Sunanul Kubra.
  32. Ibnu Asakir, Tarikh, Jilid 4.
  33. Imam at-Tabari, Tarikhul Umam Wal Muluk (Tarikh at-Tabari), Jilid 7.
  34. Imam Ibnu Kasir, Alamat Yaumul Qiyamah.
  35. Imam As-Sakhawi, Fathul Mughith, Jilid 3.
  36. Imam Az-Zurqani, Syarhul Mawahibul Ladunniyyah, Jilid 5.
  37. Imam Ali bin Abu Bakar al-Haitami, Majma’ul Zawaid (ed. Kaherah), Jilid 7.
  38. Said Muhammad Hasan, Al-Mahdiyah fil Islam (Kaherah, 1373H).
  39. Kanzul Ummal, Jilid 7.
  40. Al-Hafiz Abu Nuaim, Aqdud Durar Fi Akhbaril Mahdiyul Muntazar, Jilid 12, Bab 1.
  41. Kanji As-Syafie, Al-Bayan fi Akhbar Sahibuz Zaman, Bab 12.
  42. Ubaidallah Hindi Hanafi, Arjahul Matalib.
  43. Imam Abu Bakar al-Iskafi, Fawa’idul Akhbar.
  44. Imam Abu Bakar al-Iskafi, ‘Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
  45. Muhammad Taisir Zibyan, Ahlul Kahfi.
  46. Abul Fadhal Abdullah bin as-Siddiq al-Husaini al-Idrisi al-Maliki, Ph.D., Al-Mahdiyul Muntazar.
  47. Syeikh Osman Jalaluddin, Ad-Durratun Nafi’ah fi Isyaratus Sa’ah, Bahagian 1 & 2.
  48. Pehin Datu Seri Maharaja Dato’ Seri Utama Sahibul Fadhilah Haji Ismail bin Omar Abdul Aziz, Ringkasan Akidah Ahli Sunnah wal Jemaah.
  49. Yusuf bin Yahya bin Ali bin Abdul Aziz al-Maqdisi asy-Syafie as-Sullami, Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
  50. Mustaffa Suhaimi, Al Mahdi Nama Yang Paling Dipertikai dan Sering Dieksploit Sepanjang Sejarah Umat Islam.
  51. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Siapa Mujaddid Kurun Kelima Belas?
  52. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Aurad Muhammadiah Pegangan Darul Arqam, Sekaligus Menjawab Tuduhan.
  53. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Berhati-hati Membuat Tuduhan.
  54. HM Thalib Lubis, Imam Mahadi.
  55. Muhammad Labib Ahmad, Siapa Imam Mahadi?
  56. Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah (edisi Kaherah).
  57. Ahmad Thompson, Dajjal, The King Who Has No Clothes.
  58. Muhammad As-Saban, As’afur Raghibin.
  59. Shablanji, Nurul Absar.
  60. Allamah Ahmad bin Muhammad bin Siddiq al-Ghumari al-Husni, Abrazul Waham al-Maknun.
  61. Imam Nuaim bin Hammad, Al-Fitan.
  62. Ahmad bin Jaafar bin Al-Munadi, Kitabul Malahim.
  63. Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri, Al-Ihtijaj bil Asar ‘Ala Man Ankaral Mahdiyul Muntazar.
  64. BAHEIS, JPM Malaysia, Mastika Hadis (Jilid 1).