Halaman


.::Mari Menjadikan Di Setiap Hembusan Nafas Kita Hanya Untuk Menggapai Ridho ALLAH Subhanahu wa ta'ala, InsyaALLAH::.

Selasa, 15 Januari 2008

Kebangkitan Islam Tahun 2020

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Kebangkitan Islam Tahun 2020?

DALAM tataran wacana, ada perbedaan antara tahun baru Islam tahun lalu dengan masa sekarang. Sejumlah narasumber "PR" di kalangan umat Islam menyebutkan, detik-detik peringatan tahun baru Islam saat ini diwarnai dengan perbincangan tentang hasil intelijen asing yang menyimpulkan asumsi terjadinya kebangkitan Islam secara total pada tahun 2020. Ya, itu berarti tinggal 14 tahun lagi.

SEMANGAT mengkaji agama di masa kebangkitan Islam tumbuh di mana-mana, salah satunya pengajian mingguan yang diselenggarakan Ustaz Aam Amiruddin, di Masjid Al Murosallah Divlat Telkom Gegerkalong Bandung, Minggu (29/1).* M. GELORA SAPTA/"PR"

Sementara itu, selama sepekan ini "PR" mencatat adanya "dialog hangat" seputar bagaimanakah upaya mengondisikan umat Islam agar selalu siap menyambut tibanya abad ke-15 Hijriah sebagai momentum sesungguhnya kebangkitan kaum Muslimin.

Selain itu, yang juga tak kalah menariknya adalah wacana perihal apakah benar abad ke 15 Hijriah merupakan saat awal kebangkitan Islam? Jika bukan, maka kapankah waktu atau tahun berapakah terjadinya kebangkitan umat Islam di dunia?

Tak hanya itu, berdasarkan penelusuran tim "PR" di sejumlah basis kaum tarekat, ternyata ditemui wacana tentang akan turunnya Imam Mahdi yang akan "membebaskan" dunia dari kejahiliahan. Konon Imam Mahdi--yang kini masih "disembunyikan" Allah SWT--akan memimpin umat manusia di dunia.

Untuk itulah, sejumlah penganut tarekat kini berusaha mempersiapkan "fasilitas" sebelum diturunkan-Nya Imam Mahdi tersebut. Mereka membangun berbagai sarana seperti di bidang perekonomian dan pendidikan untuk memuluskan aktivitas Imam Mahdi kelak.

Dalam konteks umat Islam pada umumnya, "persiapan" di bidang ekonomi dan pendidikan yang dilakukan kaum tarekat, ternyata disambut hangat dan menjadi fenomena tersendiri bernuansa kebangkitan kaum Muslimin. Pasalnya, ada tarekat yang bekerja keras membangun perekonomian dan pendidikan, mempersiapkan sistem hidup islami--termasuk membangun keluarga islami plus membudayakan poligami-- serta mengoptimalkan nilai manfaat bagi umat Islam disekitarnya.

Sebut saja umpamanya, penganut tarekat pimpinan Ustaz Haji Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi yang yang menggiatkan perekonomian dan pendidikannya. Dengan bernaung di bawah nama Rufaqa' Corporation Sdn. Bhd., jemaah tarekat--yang dulu bernama Darul Arqam (DA)--ini, menghidupkan perniagaan di berbagai negara di Asia khususnya seperti di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Selain mereka, ada juga penganut tarekat yang "mempersiapkan" berbagai sarana untuk memuluskan era kejayaan Islam dan umatnya. Misalnya, jemaah tarekat Syadziliyah yang dipimpin Syekh Abdul Qadir As Sufi (di Indonesia dipimpin oleh Amir Achmad Iwan Ibrahim Adjie).

Jemaah tarekat yang tumbuh subur di Eropa ini, memiliki banyak bisnis dan menyosialisasikan penggunaan mata uang Islam dinar serta dirham. Dengan sekuat tenaga, mereka mendakwahkan perlunya menghidupkan kembali amalan Madinah. Sejumlah pengikutnya terus bekerja keras demi kejayaan Islam dan umatnya (izzul Islam wal Muslimin).

Di Tanjung Anom Nganjuk Jawa Timur, Bandung, dan Jakarta, ada juga Gerakan Jemaah Tarekat Lil Muqorrobien--pimpinan K.H. Muhammad Munawar Afandi--yang mempersiapkan situasi kondusif menyambut kebangkitan Islam dengan tampilnya Imam Mahdi selaku imam di dunia kelak.

* *

PREDIKSI tibanya momentum kebangkitan Islam ini, juga dilakukan oleh sejumlah agen intelijen di berbagai negara di dunia. Mereka menduga kuat akan tibanya kehidupan religius yang berdasarkan syariat Islam secara total pada tahun 2020.

Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis intelijen di 15 negara yang tergabung dalam National Intelligence Council (NIC) yang bermarkas di Kantor Central Intelligence Agency (CIA) di Langley Virginia Amerika Serikat (AS).

Dalam laporannya berjudul "Mapping the Global Future", Direktur NIC, Robert Hutchings mengungkapkan tentang masa depan dunia. Disebutkannya, pada tahun 2020 akan bangkit kembali Kekhalifahan Islam (Islamic Caliphate) baru yakni sebuah pemerintahan Islam yang mampu memberi tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai Barat (Harian USA Today, edisi 13 Februari 2005/HU Kompas, 16/2/2005).

Ketika hasil analisis intelijen tersebut tersebar, ungkap nara sumber "PR", sejumlah pimpinan ormas Islam dan aktivis dakwah merasa tidak terkejut. Alasannya, tanda-tanda bagi kebangkitan kembali kaum Muslimin sudah "terasa" sejak lama. Sejumlah pimpinan ormas Islam menyebutkan "roh kebangkitan" dengan kalimat "semakin ditekan dan dizalimi, maka semakin bersatulah kaum Muslimin untuk bangkit."

Sementara itu, bagi para pakar sejarah Islam, kebangkitan kaum Muslimin di masa sekarang sesungguhnya merupakan rangkaian dari masa silam. Sejarahwan Muslim, H. Ahmad Mansur Suryanegara, umpamanya, menyebutkan, perihal adanya kaitan antara pengusaha kerajinan dan kain Indonesia--di masa silam-- dengan para pedagang di tanah suci, dan negeri-negeri Islam lainnya.

Dalam konteks ini, realita sejarah menunjukkan Indonesia ternyata pernah "bersentuhan" dengan tatanan pemerintahan berdasarkan syariat Islam yakni Khilafah Islamiyah di Turki Utsmani. Saat itu, nuansa kejayaan Islam tampak di kawasan tersebut.

Interaksi antara Indonesia dengan negeri-negeri Islam dan Khilafah Islamiyah itu, setidaknya terwakili dengan fakta adanya jalinan yang erat antara negeri-negeri kesultanan di nusantara, antara lain Sultan Iskandar Muda (di Aceh atau Nanggroe Aceh Darussalam/NAD), Kesultanan Sumatra Barat, Buton (Sulawesi Selatan), Ternate, dan Tidore (Maluku Utara), serta beberapa kesultanan di Pulau Jawa maupun peran dan kiprah dakwah yang dilakukan Walisongo di berbagai daerah di Indonesia.

Nikmatnya hidup dalam atmosfer kejayaan Islam tersebut, sempat dirasakan kaum Muslimin di nusantara dan negeri-negeri lainnya sebelum terjadinya peristiwa peruntuhan Khilafah Islamiyah oleh Mustafa Kamal pada 3 Maret 1924. Upaya untuk merasakan nikmatnya hidup dalam sebuah tatanan global syariat Islam (Khilafah Islamiyah) yang sempat melembaga selama 1.300 tahun itu, sempat dilakukan melalui penyatuan wacana, visi, dan pijakan alternatif seperti melalui konferensi, pertemuan, atau musyawarah, antara lain :

Kongres Kekhalifahan Islam di Kairo (1926), Kongres Muslim Dunia di Mekah (1926), Konferensi Islam al Aqsho di al Quds (Desember 1931), Konferensi Islam Internasional II di Karachi Pakistan (1949), Konferensi Islam Internasional III di Karachi Pakistan (1951), Pertemuan Puncak Islam di Mekah (Agustus 1954), Konferensi Muslim Dunia di Mogodasihu (1964), Pertemuan di Malaysia (1968) yang melahirkan Persemakmuran Muslim dengan tujuan memajukan solidaritas dan kerja sama yang pada akhirnya memunculkan gagasan Konfrensi Menteri-menteri Luar Negeri Muslim di Kuala Lumpur Malaysia (1969).

Adanya informasi sejarah tentang masa kejayaan umat Islam dalam atmosfer Khilafah Islamiyah di Turki Utsmani, menurut sejumlah aktivis dakwah kampus di Kota Bandung, menimbulkan stimulus untuk berharap hal yang sama di masa kini.

"Saya dan rekan-rekan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) khususnya maupun umat Islam umumnya, tentu mengharapkan kembalinya masa kejayaan Islam dan umatnya. Sebab, hanya kembali ke syariat Islamlah terdapat solusi atas segala problem di dunia ini," kata ustaz Farid Fajdi

Menurut pengelola majalah terbitan HTI Al Wa'ie ini, kaum Muslimin sudah saatnya meningkatkan pengetahuannya tentang syariat Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah, setiap diri dan keluarga Muslim berkewajiban mempelajari agama Islam secara serius, dan mengubah perilakunya yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

"Jika kesadaran beragama di kalangan kaum Muslimin sudah meningkat dan syariat Islam benar-benar ditegakkan dalam pribadi, keluarga, serta masyarakat, dan negeri-negeri Muslim, tentu kejayaan Islam dan umatnya dapat kita songsong dengan baik. Ya, dengan ikhtiar itu mudah-mudahan kita dapat menghidupkan kembali Khilafah Islamiyah," ujar Farid Wajdi.

Dalam konteks ini, tentu menarik pula bila kita merenungi pernyataan pimpinan Rufaqa', Ustaz Haji Abuya Imam Ashaari Muhammad At Tamimi,"Insya Allah kebangkitan umat Islam itu terjadi, dan kini sedang berlangsung di Timur. Untuk itulah, semua orang harus menghadirkan Tuhan, Allah, dimana-mana. Orang yang tidak merujukkan seluruh aspek kehidupannya kepada Allah, secara tidak sadar mereka menganggap urusan-urusannya bukan urusan Allah. Seolah-olah Allah tidak mengetahui apa-apa tentang ekonomi, politik, teknologi, perdagangan, keuangan, dan lain-lain. Akibat melupakan Allah dan aturan-aturan Allah untuk mengatur seluruh aspek dalam hidup mereka, maka Allah biarkan mereka dalam krisis dan keterpurukan." (Sarnapi/Achmad Setiyaji/"PR")***

Senin, 14 Januari 2008

Allah Mengajarkan Cinta

Artikel Bersumber Dari dudung.net

Allah Mengajarkan Cinta

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari
2005.

Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna

Artikel Bersumber Dari dudung.net

Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna
Oleh : unknown

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Perbedaan Antara Suka, Cinta Dan Sayang

Artikel Bersumber Dari dudung.net


BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG


Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau cintai, matamu berkaca-kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.

Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan."

Cinta Laki-Laki Biasa (True Story)

Artikel Bersumber Dari dudung.net

CINTA LAKI-LAKI BIASA (True Story)


Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?

Nania terkesima.

Kenapa?

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

Tapi kenapa?

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

Dokter?

Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!

Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..

- Asma Nadia -

------------------
nandana@panama-group.com

Fenomena Friendster.Com & Testimonials

Artikel Bersumber Dari dudung.net

Fenomena Friendster.Com & Testimonials


�Kamu ikut Friendster?� atau �Kirim aku testimonial donk.� Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Friendster hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum ikut Friendster bisa dicap �tidak gaul'

Friendster bisa digunakan untuk memperluas jaringan dengan manusia di seluruh dunia dan menjalin hubungan yang hampir memudar dengan teman-teman kita. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya. Friendster tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga.

Friendster.com tentu bukan situs haram karena substansinya ia hanyalah fasilitas, dan halal haram sangat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim dengan teman-teman, tentu tidak masalah, justru berpahala. Namun bisa menjadi masalah bila ternyata digunakan untuk mencari cewek/cowok ganteng, bertemu kecengan semasa SMU, menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture, dan lain-lain, nah ini nih yang harus diluruskan; niat dan caranya.

Banyak kalangan telah masuk ke situs ini, termasuk kalangan aktivis da'wah yang tak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama aktivis maupun teman-teman da'wah fardiyah agar kian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis da'wah.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bergabung dengan Friendster.com, yaitu pada testimonial atau kesaksian. Di sini biasanya seseorang memberi kesaksian tentang temannya. Dan berdasarkan pengamatan penulis, jarang sekali didapati isi testimonial itu berupa hal-hal yang buruk, umumnya adalah pujian-pujian yang bisa melenakan si penerima. Terlepas pujian itu jujur atau bohong, yang jelas PUJIAN sudah dilontarkan dan si penerima meng-approvenya.

Ketika seseorang menerima testimonial, tentu sebelumnya ia sudah mengetahui isinya. Lantas, layakkah pujian itu ditampilkan di depan khalayak? Apatah lagi bila sampai mengoleksinya! Mengoleksi pujian� Astaghfirullah, ya Rabbi�, sungguh bisa membuat hati kotor. Rasulullah saw bersabda, �Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji.� Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau rasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja.

Itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian. Sedangkan dari sisi si pemberi pujian, �Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya, �Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang).� (HR.Ahmad)

Mengapa dikatakan �memenggal leher'? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum'ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya dan membuatnya masuk neraka. Bayangkan, saudara kita yang semula telah sejengkal lagi memasuki surga menjadi terhempas ke neraka akibat ujub, riya, dan sum'ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian kita. Karena itu kasihanilah saudaramu, alangkah baiknya bila kita mengisi testimonial itu dengan tausiah (nasehat) kepadanya. Ini akan lebih menjaga saudara kita. Cukuplah pujian dan wujud kekaguman itu disimpan dalam hati kita masing-masing hingga akhir perjumpaan kita dengan-Nya, hingga kemenangan hakiki menuju surga tercapai.

Akhirnya, fenomena Friendster harus disikapi secara bijaksana dan diarahkan untuk mempererat silaturahim dengan saudara-saudara kita di seluruh penjuru dunia. Testimonials adalah bagian dari Friendster, namun bila ternyata testimonial dapat menjerumuskan saudara kita, adalah lebih baik dihindari. Jika engkau mencintai saudaramu-saudaramu karena Allah dan inginkan keselamatan akhirat mereka, please forward this article to them. Jazakumullah. (AW)

Senin, 07 Januari 2008

Prinsip Keadilan

Alhamdulillah ini Adalah salah satu Artikel yang pernah saya coba kirim ke harian umum.


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Yang Saya hormati Redaksi HU Republika, langsung saja saya ingin memperkenalkan diri. Saya seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta , Saya sudah sejak lama menjadi Pembaca dan Pelanggan setia HU Republika. Yang paling saya sukai dan pertama kali setiap saya membaca adalah Rubrik Hikmah dan Resonansi. Maka dari itu saya ingin mencoba mengirim naskah untuk Rubrik Hikmah di HU Republika. Saya berharap semoga naskah yang pertama kali saya kirim ini dapat terpilih dan dapat ditampilkan di Rubrik Hikmah oleh Redaksi di HU Republika yang selalu menjadi bacaan setia saya. Dibawah ini Biodata Diri Saya:

Nama : Muhammad Nasikin
Alamat : Komplek Pertamina Jl. Kerosin IV/05 RT/RW: 01/07
Pondok Ranji – Ciputat – Tangerang. 15412
Telephone / HP : 0815 8459 6423

Cukup sekian, mohon maaf jika kata pengantarnya kepanjangan atau bertele-tele, dan mohon dimaklumi. Syukron Katsir Wajazakumullah.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.









HIKMAH
Oleh
Muhammad Nasikin




"PRINSIP KEADILAN"



Prinsip keadilan dalam islam tidak terbatas pada lingkup seagama, sekelompok manusia, atau sekerabat dan sesama sahabat saja, tetapi prinsip keadilan ini adalah prinsip mutlak yang menempatkan kebenaran dan kebatilan sesuai dengan posisinya. Keadilan akan menundukkan seorang penguasa di hadapan rakyatnya yang rendah sekalipun dan akan merendahkan derajat orang-orang yang melakukan kejahatan walaupun posisi mereka dalam masyarakat amat terhormat.



Hal ini dapat kita lihat dari perkataan Abu Bakar Ash-shiddiq: “Orang kuat (terhormat) diantara kalian adalah lemah (rendah) di hadapanku hingga aku menegakkan kebenaran (keadilan) darinya dan orang yang lemah (rendah) diantara kalian adalah kuat (terhormat) di hadapanku hingga aku menegakkan kebenaran (keadilan) untuknya.”



Keadilan adalah ajaran yang benar dan paham apapun tidak akan tegak maju tanpanya. Allah SWT berfirman: “Tidaklah kami ciptakan langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya, melainkan dengan benar adil (untuk menjelaskan antara yang benar dan yang batil).....” (QS. Al-Hijr (15): 85).



Keadilan adalah prinsip terpenting dalam risalah Ilahi untuk penduduk bumi yang disampaikan oleh para Nabi dan tercantum dalam kitab-kitab Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kami telah mengutus rosul-rosul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan kami telah menurunkan bersama mereka Al-Kitab dan (kami jelaskan di dalamnya) keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan …..” (QS. Al-Hadiid (57): 25).



Dalam mengomentari ayat ini, Ibnu Taimiyyah berkata: “Maksud Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab adalah agar manusia melakukan keadilan dalam menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia.” Ibnu Qoyyim berkata: “Sesungguhnya Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab-Nya agar manusia melaksanakan keadilan, keadilan yang bisa menegakkan langit dan bumi. Apabila telah nampak ciri-ciri dan dalil-dalil kebenaran, itulah hukum-hukum Allah, agama, keridhoan, dan perintah-Nya.”



Lihatlah betapa indahnya pendapat yang dikemukakan oleh seorang ahli fiqih ternama, seperti Ibnu Qoyyim. Kalimat “Apabila nampak ciri-ciri dan dalil-dalil kebenaran, itulah hukum-hukum Allah, agama, keridhoan, dan perintah-Nya,” adalah ungkapan yang tepat tentang indahnya aturan-aturan Islam dan tentang jiwa para ahli fiqih islam dalam ijtihad mereka. Wallahu a’lam….